Tampilkan postingan dengan label pak mikhael. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pak mikhael. Tampilkan semua postingan

Kamis, April 16, 2009

YM Primitif.....

inilah jadinya apabila 2 mahasiswi mengantuk, nggak bawa laptop....
























Keterangan:

dp : "oooohhh sepeeeetttt"

sm : "masi lama? jam berapa?"

dp : .. menggambar jarum jam.. gak jelas mana jarum pendek, mana jarum panjang *LOL*

sm : " gelo udah malem aja.... *gak jelas* "

dp : ... alarm jam berbunyi, menunjukkan pukul 8 malam.... " barusan jamku 'nit-nit', it's already 8PM bokkk...."

sm : "hahahahhahahahahhah...."

...... kelakuan anak kuliah, mau S1 atau S2 (bahkan S3??) ......

Kamis, Maret 19, 2009

Imre Lakatos....

Imre Lakatos adalah filsuf yahudi dan ahli matematika kelahiran Hungaria yang merupakan murid dari Karl Raimund Popper. *heran, kenapa orang yahudi pinter-pinter dan banyak yang jadi filsuf ya?*

Dan kemarin, saya kebagian presentasi di kampus untuk menjelaskan soal Program Riset Pengetahuan Ilmiah yang dipeloporinya.

Untuk pertama kalinya saya ngerti apa maksudnya tapi sekaligus nggak ngerti... Pusing? sama!
Tapi yang saya suka dari Program Riset Ilmu Pengetahuan Lakatos (yang akhirnya diperbaiki oleh Larry Laudan) ini adalah, ide bahwa inti pokok teori haruslah kuat dan dilindungi oleh hipotesis-hipotesis yang tebal sehingga tidak mengganggu keteraturan ilmiah yang ada dalam Ilmu Pengetahuan.

Dari diskusi-diskusi yang dilakukan saat kuliah, prinsip program riset ini SANGAT bisa diaplikasikan pada kehidupan kita. Terutama bila kita berada di bidang bisnis dan organisasi.

Dosen saya, Mikhael Dua, mencontohkan program ini sebagai buah alpukat yang dibelah vertikal. Inti pokok adalah biji yang berada di tengah, yang keras, nah hipotesis-hipotesis adalah bagian daging buah. Semakin tebal daging buah, makin bisa dimakan-lah alpukat itu. Walau misalkan ada sebagian buah digigit oleh binatang *kalo kata saya 'krowak' hehehe*

Nah aplikasi di segi bisnis, beliau mencontohkan bahwa ada seorang Cina yang dulunya kuliah di ITB lalu bekerja di bank. Tidak puas akan pekerjaannya, dia membuka usaha penyaluran Perawat untuk orang-orang manula, lama-kelamaan dia memperluas lagi usahanya dengan menjadi supplier akat kesehatan dan usaha-usaha lain yang INTInya adalah "menjaga kesehatan"

Satu contoh lagi:
Lippo group
Anak lahir di RS SILOAM..
Tinggal dengan ayah ibunya di Real Estat LIPPO KARAWACI/LIPPO CIKARANG
Sekolah di SEKOLAH PELITA HARAPAN
Kuliah dari S1 sampe S3 di UNIVERSITA PELITA HARAPAN
Kerjanya di TV AORA atau FIRST MEDIA (ini bener grupnya lippo bukan yak? hehehe)
Nyimpen duitnya di LIPPOBANK (udah merger akhirnya.. heheh)
Belanjanya di MATAHARI dan HYPERMART
Trus kalo mau rekreasi... Ke WATERBOM ajah!
Akhirnya tua, sakit, dirawat di RS SILOAM (lagi)
dan Tuhan-pun memanggilnya kembali.. dan dikuburkanlah dia di SAN DIEGO FUNERAL PARK..

See? Bisnis Lippo benar-benar menyediakan kebutuhan hidup... Dari lahir sampai mati-pun ada!

Dengan kata lain, apabila kita ingin sukses dalam berusaha, maka kita harus menyatu (indwelling) dengan inti dan memperkokoh INTI pemikiran/usaha tersebut. Lalu perkuatlah dengan hipotesa (dalam hal ini adalah peluang usaha lain) yang relevan dengan inti. Memang belum tentu berhasil karena kekuatan Hipotesa terhadap kritik akan bergantung oleh waktu. Namun hipotesa yang kuat akan LEBIH memperkuat inti program kita.

Kehancuran hipotesa mungkin terjadi, namun kita sebagai INTI tidak akan pernah bisa berkembang dan akan cepat hancur jika kita sama sekali tidak mencoba membangun hipotesa -yang dalam hal ini disebut dengan usaha-

nice thought....

NB: minggu depan belajar soal Feyerabend.. kayaknya seru juga tuh!

Kamis, Januari 22, 2009

hari ketiga kuliah.... the report!

Huwaduh, kuliah kemaren tanggal 21 januari '09, baca judul mata kuliahnya kebayang bakal mbundet Hahahahaha!

PHILOSOPHY OF SCIENCE alias, Filsafat Ilmu.

Waktu jaman kuliah dulu, aku udah pernah dapet, filasafat komunikasi. Tapi teteuppp.. FILSAFAT. Mboknya Ilmu, yang bikin aku mabok tiapkali kuliah karena Mas Wiwid - dosen FilKom jaman S1- selalu berbicara pelaaan, dan ..... gaya filsafat ... mubeng ora mudheng.

I Think , its just the language prob, bahasa Filsafat itu tinggi dan aku belom stinggi itu.

Ya sama kayakaku baca blog dan tulisan Dewi Lestari lah... Bukannya terhibur malah.... BINGUNG :-D..

I'm Not That HIGH... yet (tetep positip)

Kuliah diampu oleh Dr Mikhael Dua, salah satu dosen filsafat senior di Univ. Atma Jaya Jakarta.

Beliau seperti orang Indonesia timur *dan benar, dia orang Flores*, dengan tipikal rambut yang curly, mata dan hidung Flores :-))

Seperti biasa, dian prima alias depe datang TERLAMBAT! And I started to get used to it (^__^) *since I cannot do anything to cope with this lateness stuff*

Kuliah sudah dimulai, duduk, keluarin catetan, mendengarkan.

Haduuuh.... nggak ngerti...

Pak Dua menjelaskan tentang mengapa belajar FILSAFAT dengan mengemukakan 4 alasan, sepanjang kuliah dia menyebut nama-nama yang bikin dahi ini tambah tua 10 tahun karena ngeruuuut melulu :-D

Siapaaaaa itu Popper, siapa itu Kunt, siapa itu Feyerbadden *bener ga ya gw nulisnya?*


Haduuh....

At the end of today's session, dia bagi kita untuk PRESENTASI soal filsafat yang WAJIB dibaca terlebih dulu dari buku karangan dia yang HARUS kita beli saat itu juga. :-D

Aku sendiri kebagian presentasi bulan maret, subjectnya Filsafat Ilmu menurut Popper.

Ini dia enaknya jadi dosen, bikin buku ga usah pusing mau jual ke mana, jual aja ke mahasiswanya. hahahahaa... peace ah Pak!

Dan akhirnya, buku FILSAFAT berwarna merah - yang nggak mungkin dibeli dalam keadaan normal - seharga Rp.35000,00 itu sekarang ada di dalam ransel-ku.... Tauk deh kapan mau mulai baca...

Ohhhhh..... heran sekali kenapa DIAN SASTRO bisa ngambil jurusan filsafat? Nggak pusing apa ya?

(T___T)