Tampilkan postingan dengan label just a thought. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label just a thought. Tampilkan semua postingan

Jumat, Juni 19, 2009

punya anak... harus dari rahim sendiri ?

Gile ye... serius banget ya judulnyah..

Kenapa saya bisa comes up dengan ide seperti ini?

Pemicu utamanya sih karena kemarin saya ketemuan sama istrinya temen kantor, sebut saja namanya mbak Lucu *karena emang bentuknya lucu.. heheh peace ah, jeng!* yang baru punya bayi cantik berumur 2.5 bulan. Dan anak ini nggak main-main, karena untuk ngedapetinnya pun susah banget *menurut ukuran mereka*. Mbak Lucu yang merupakan ibu bayi cantik itu sempat keguguran beberapa kali dalam (kalo gak salah) 2 tahun. Dan semua itu memang bikin mereka sedih. Karena mereka berdua kepengennnn banget punya anak cepet banget. Dan cerita si mbak lucu dalam proses detik-detik tau bahwa dia hamil beneran pun juga bikin saya trenyuh.

Betapa berartinya hamil bagi seorang (atau beberapa orang) wanita.

Saya sendiri ALHAMDULILLAH sejenis wanita yang gampang hamil (barangkali). Bayangin aja, menikah tanggal 5 MARET 2006.... Di tanggal 28 MARET 2006 saya udah nggak menstruasi!!! Dan saya sama sekali nggak berharap untuk cepat-cepat hamil dan nggak menyangka bakalan bisa hamil dalam waktu sesingkat itu!

OK, mungkin ada benarnya mitos kalo pas nikahan pas haid dapet anaknya cepet. Emang sih, tanggal 28 Februari saya dapet haid dan pas tanggal 6 selesai. Saya kesel banget dnegan celotehan tante-budhe dan sodara-sodara saya yang (sepertinya) mendoakan saya cepet punya anak.. mereka bilang gini:
"Waahhhhh.. kasian suaminya dong kalo lagi haid kamunya... Tapi gak papa.. nanti dpaet anaknya cepet!"
BAHHHH..... macam apa pula ini? AKu kan nggak mau hamil cepet-cepet.. Pengen pacaran dulu, pengen senang-senaaaaang anak muda tapi halal *halah opo to?* Tapi emang suami saya yang sudah tua itu *hehehhe* pengen cepet punya anak. Maklum, umur mengejar.. jiahhahahahahhaha....

OK, jadi saat saya tau bahwa saya hamil, saya sama sekali nggak senang. Saya sebel, takut, keselllll banget sama suami. Kok bisa2nya menghamili saya dengan sesegera itu??? OMG Yayuk dehhh...

Tapi di sisi lain, banyak temen yang mengucapkan selamat pada saya, orang tua juga hepi berat, tapi ada juga yang iri karena lebih lama menikah tapi nggak dapet-dapet anak dan selalu bilang
"Kamu itu beruntung" pada saya yang sedikit mengeluh dengan kehamilan saya.

Setelah itu baru saya sadar, ini adalah amanah, rejeki yang nggak semua orang bisa dapat dengan mudah. Jadi saya terima amanah ini. Dan ALHAMDULILLAH, selama hamil si Azwa, fisik saya bener2 kayak kebo. Kuat banget, nggak pernah sakit, makan juga lancar, bahkan rasanya sih tambah cantik *ciehhhhhhh...*. Kulit jadi mulusssss, rambut mengkilap.. suit suittt!

Saya sama sekali nggak nyangka bisa hamil, soalnya duluuuu banget waktu jaman SMP saya inget ada temen laki-laki yang entah gimana ceritanya trus bilang ke saya
"Wah.. mandul kowe Pe"
mungkin dia juga udah lupa pernah ngomong gitu sama saya, yang pasti sejak saat itu saya ketakutan, takut nggak bisa hamil, nggak punya anak. Soalnya saya punya contoh orang-orang yang nggak punya2 anak trus diomongin sama mertuanya lah, ditanyain terus lah.. oh so annoying!

Sampai-sampai saya punya janji pada diri sendiri. Kalau sampai saya nanti nikah dan nggak kunjung punya anak, saya nggak mau pusing.... Saya akan mengasuh anak orang yang nggak mampu mengurus anaknya. Kalo suami protes, saya nggak ragu untuk memisahkan diri. Ini menurut saya bukan hal pokok yang harus diperdebatkan sama suami.

Apa bedanya? sama-sama mengasuh dari bayi, sama-sama bertanggung jawab pada kehidupannya. Cuma bedanya, nggak keluar dari rahim kita aja.

So, mengapa harus pusing dan sedih?

Adat timur emang kadang jahat pada perempuan. Memangnya ada ya di kitab undang-undang perkawinan kalo perempuan harus segera punya anak setelah menikah? Belum lagi pemojokan posisi kalo perempuan nggak hamil-hamil adalah salah si perempuan PADAHAL nggak ada usaha untuk periksa ke dokter secara BERSAMA-SAMA ! Belum tentu si perempuan yang salah, bisa saja sebetulnya si laki-laki yang salah kan? dan laki-laki emang suka malu kalo nggak bisa bikin anak. BAH! Belum lagi kadang masalah ini jadi alasan para lelaki untuk ber POLIGAMI. Walah....Saya nggak suka hal ini!

Kalo emang mau usaha beneran,dan memungkinkan dari segi biaya dan kesehatan.. kenapa gak bikin bayi tabung? Kayak inul... Jangan disalahin dong perempuan-perempuan ini. Mereka kan punya hak untuk punya anak atau enggak....

Kalopun emang gak mampu, ya jangan nyerah gitu aja setelah semua usaha dan cara dijalani. Kenapa nggak ngambil anak asuh dari bayi? seperti yang saya bilang diatas, itu sama aja kok. Cuman beda rasanya aja.... Nggak pake proses ngelahirin. Lagian, ambil selalu segi positifnya.....ngalahirin itu sakiiiiiittttt. Heheheheh....

Saya pernah bilang begini sama temen saya yang sampe sekarang belom dikasih amanah anak :
"Sabar aja, Tuhan akan kasih anak pada yang dia kehendaki. Kalopun bukan dari perut kamu, bisa aja kan dari orang lain. Kamu malah punya pahala dobel... Membantu orang lain dan pahala ngurus anak. Hamil dan melahirkan hanyalah bonus bagi seorang wanita. Boleh dikejar, tapi kalo belom dapet juga setelah segala cara dilakukan ya nggak boleh merasa rendah diri."
Saya sama sekali nggak menyinggung siapapun disini, yang pasti baru saja tadi pagi saya dengar di acara Mamah & Aa' seperti ini :

Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi,Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa saja yang Ia kehendaki dan memberikan anak laki-laki pada siapa saja yang Ia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya), dan diamenjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. (Asy Syuura : 49-50)

Buat teman-temanku
yang sudah menikah dan punya anak : Berbahagialah
yang baru menikah, belum punya anak : Berusahalah
yang sudah menikah lama tapi belum punya anak: Tetap berusaha
yang sudah menikah, sudah berusaha tapi sepertinya mentok dan masih ingin ada anak : Asuhlah seorang bayi, bukan mengadopsi, asuhlah seperti kita mengasuh anak kita sendiri. Karena Allah sebenarnya memberikan lapangan pahala bagi dirimu, temanku.

Jadi.. Punya anak... Nggak harus dari rahim sendiri kan?

*edan notesku serius cinnn!!!*

Sikkk.. tambah satu!

Untuk temanku yang sampai sekarang belum menikah tapi sudah punya pacar : ati-ati kalo pacaran.. entar hamil sembarangan lagi.. emang enakkkk:-D

Jumat, Juni 05, 2009

inspiring... inspiring...

Kemarin beli majalah Agenda 2009 GoGirl!, dan didalemnya ada sebuah quotation dari Almh. Putri Diana yang menurut aku indah banget.. And it really inspires me.

Coba deh diresapi:

" Carry out a random act of kindness, with no expectation of reward, safe in knowledge that one day someone might do the same for you. "

Beautiful!

Kamis, Maret 19, 2009

Imre Lakatos....

Imre Lakatos adalah filsuf yahudi dan ahli matematika kelahiran Hungaria yang merupakan murid dari Karl Raimund Popper. *heran, kenapa orang yahudi pinter-pinter dan banyak yang jadi filsuf ya?*

Dan kemarin, saya kebagian presentasi di kampus untuk menjelaskan soal Program Riset Pengetahuan Ilmiah yang dipeloporinya.

Untuk pertama kalinya saya ngerti apa maksudnya tapi sekaligus nggak ngerti... Pusing? sama!
Tapi yang saya suka dari Program Riset Ilmu Pengetahuan Lakatos (yang akhirnya diperbaiki oleh Larry Laudan) ini adalah, ide bahwa inti pokok teori haruslah kuat dan dilindungi oleh hipotesis-hipotesis yang tebal sehingga tidak mengganggu keteraturan ilmiah yang ada dalam Ilmu Pengetahuan.

Dari diskusi-diskusi yang dilakukan saat kuliah, prinsip program riset ini SANGAT bisa diaplikasikan pada kehidupan kita. Terutama bila kita berada di bidang bisnis dan organisasi.

Dosen saya, Mikhael Dua, mencontohkan program ini sebagai buah alpukat yang dibelah vertikal. Inti pokok adalah biji yang berada di tengah, yang keras, nah hipotesis-hipotesis adalah bagian daging buah. Semakin tebal daging buah, makin bisa dimakan-lah alpukat itu. Walau misalkan ada sebagian buah digigit oleh binatang *kalo kata saya 'krowak' hehehe*

Nah aplikasi di segi bisnis, beliau mencontohkan bahwa ada seorang Cina yang dulunya kuliah di ITB lalu bekerja di bank. Tidak puas akan pekerjaannya, dia membuka usaha penyaluran Perawat untuk orang-orang manula, lama-kelamaan dia memperluas lagi usahanya dengan menjadi supplier akat kesehatan dan usaha-usaha lain yang INTInya adalah "menjaga kesehatan"

Satu contoh lagi:
Lippo group
Anak lahir di RS SILOAM..
Tinggal dengan ayah ibunya di Real Estat LIPPO KARAWACI/LIPPO CIKARANG
Sekolah di SEKOLAH PELITA HARAPAN
Kuliah dari S1 sampe S3 di UNIVERSITA PELITA HARAPAN
Kerjanya di TV AORA atau FIRST MEDIA (ini bener grupnya lippo bukan yak? hehehe)
Nyimpen duitnya di LIPPOBANK (udah merger akhirnya.. heheh)
Belanjanya di MATAHARI dan HYPERMART
Trus kalo mau rekreasi... Ke WATERBOM ajah!
Akhirnya tua, sakit, dirawat di RS SILOAM (lagi)
dan Tuhan-pun memanggilnya kembali.. dan dikuburkanlah dia di SAN DIEGO FUNERAL PARK..

See? Bisnis Lippo benar-benar menyediakan kebutuhan hidup... Dari lahir sampai mati-pun ada!

Dengan kata lain, apabila kita ingin sukses dalam berusaha, maka kita harus menyatu (indwelling) dengan inti dan memperkokoh INTI pemikiran/usaha tersebut. Lalu perkuatlah dengan hipotesa (dalam hal ini adalah peluang usaha lain) yang relevan dengan inti. Memang belum tentu berhasil karena kekuatan Hipotesa terhadap kritik akan bergantung oleh waktu. Namun hipotesa yang kuat akan LEBIH memperkuat inti program kita.

Kehancuran hipotesa mungkin terjadi, namun kita sebagai INTI tidak akan pernah bisa berkembang dan akan cepat hancur jika kita sama sekali tidak mencoba membangun hipotesa -yang dalam hal ini disebut dengan usaha-

nice thought....

NB: minggu depan belajar soal Feyerabend.. kayaknya seru juga tuh!

Minggu, Januari 25, 2009

we will not go down (gaza tonight)

Bukan karena gw muslim, bukan karena gw membenci bani israil, tapi karena gw BENCI peperangan! Terutama karena banyaknya korban anak-anak! That's the SUCK thing about WAR!

Dan ada sebuah lagu yang dibuat oleh Michael Heart, kebetulan soal peperangan antara Palestina dan Israel. Lagunya emang soal Gaza.... tapi lagu ini sangat menyentuh, aku sampe pengen nangis kalo denger lagu ini trus nginget-nginget cuplikan berita yang gambarnya anak-anak palestina yang meninggal, terluka.... hiks.... They are innocent for GOD sake!!!

Ini dia liriknya, klik aja tanda play-nya n sing along...



WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009
michealheart. com

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Selasa, Desember 16, 2008

proyek dalam kepala.....

hmmm... apakah bisa aku wujudkan?
dengan keterbatasan waktu...
keterbatasan peralatan...

niat gw baik kok, membantu...
dengan tidak melupakan sisi perniagaan tentunya.. heheheh...

tapi, aku rasa aku punya keahlian itu :-)

hmmm...... semoga bisa!

Minggu, November 16, 2008

bagaimanapun seorang anak itu ______

Silakan diisi apa saja yang terlintas dibenak ketika membaca judul tulisan ini.

Kalo aku pribadi, aku akan isi dengan kalimat:

"tidak pernah bisa memilih siapa orang tuanya dan tidak pernah tahu mengapa ia dilahirkan ke dunia"

Kenapa?

Baru aja aku baca koran Kompas Minggu. Soal peng-adopsi-an anak. Bukan masalah adopsinya yang bikin aku terharu, tapi foto di artikel itu yang bikin aku rada 'mbrambang' waktu ngeliatnya.

Foto pertama, tampak belakang seorang pengasuh di Yayasan Sayap Ibu yang sedang menggandeng batita. Kemungkinan baru belajar jalan... Kakinya mungil, masih membulat, kalo aku bisa bilang.. "aahh.. sooo cute".

Betapa beruntungnya orang tua yang memiliki anak perempuan kecil itu... Sayang.. Perempuan kecil itu 'dititipkan' orang tuanya di Panti Asuhan itu.. entah apa sebabnya.

Kalo aja pemandangan itu tidak diabadikan di sebuah panti asuhan, mungkin aku nggak akan se-mellow ini.

Satu lagi...

Foto suasana di dalam Yayasan Sayap Ibu. Ada beberapa bayi dan 2 batita beserta pengasuhnya.

Ada yang dipangku sambil minum susu dalam gelas memandang sang fotografer dengan pandangan yang seolah berkata "ada apa ya?".

Ada anak laki-laki kecil yang sedang menyusu botolnya, juga dengan pandangan bertanya-tanya..

Yang membuat aku beneran 'mbrambang', 2 bayi sedang tiduran di pangkuan pengasuhnya. dan 1 bayi lagi duduk diatas bouncer sambil bercanda dengan sang pengasuh.

Ya Allah... mereka begitu lucu.. cantik, ganteng dan... Nggak berdosa.. (T___T)

Apa sih dosa mereka sampai mereka di'buang' di sebuah panti asuhan?

Mereka kan nggak minta untuk dilahirkan? Orang tua mereka (apa bener orang tua ya? bukan orang napsu? atau orang yang nggak mikir panjang) yang memBUAT mereka jadi ada.

Setelah mereka ADA, orangtua ini membuang/menitipkan mereka (untuk jangka waktu yang gak jelas) ke panti asuhan, berharap bisa membuang jauh 'dosa' yang mereka perbuat, atau berharap sang anak mendapat asuhan lebih baik.

Iya kalo diasuh dengan baik, diangkat anak ama orang yang nggenah... kalo disia-sia juga macam 'panti asuhan' bermasalah beberapa tahun yang lalu.. yang jadinya malah 'jualan daging idup'.

Hhhhh... rasanya pengen sekali marah sama orang-orang itu!

Kalo nggak mau punya anak...

Ya jangan Nikah...

Kalo pengen having sex tapi ga mau punya anak...

Ya pake kontrasepsi!

Kalo gamau pake kontrasepsi trus 'ADA' anak, ya dirawat, jangan dibuang,atau cuman dirawat seadanya... Itu konsekuensinya!

Sex is a pleasured consequence you morons!! *emosi*


Kalo nggak mampu ngurusin anak..

Ya JANGAN BIKIN ANAK!!!!

Kalo ada orang bilang tiap anak ada rejekinya, masa juga mau bilang.. rejeki dia ya di panti asuhan??? rejeki dia cuman bisa sekolah sampe SD?? rejeki dia dipukulin terus sama ortunya karena jadi pelampiasan semata?? rejeki dia cuman bisa makan seadanya sampe kena gizi buruk??

Tentu enggak, SEMUA orang tua pasti dan harus berusaha memberi yang terbaik!

Semoga semua anak di dunia ini berbahagia.

"Every child are deserved to have smiles & happiness everyday"